Minggu, 16 Juni 2013

Pertemuan 1/2 Mengembangkan Kemampuan Mahasiswa Dalam Komunikasi : 4. Implikasi Manajerial


Implikasi Manajerial

Implikasi menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti sebab oleh sebab itu implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada proses management team.

Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial, seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi sebuah permasalahan yang harus diberikan jalan keluar. Ketrampilan seorang pemimpin dalam hal ini harus selalu diasah karena permasalahan yang muncul akan semakin kompleks dan semakin membutuhkan pertimbangan yang matang. Dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting, tetapi resiko dari keputusan yang telah diambilpun harus bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu penting untuk seorang pemimpin memperhatikan detail dari semua aspek yang ada, sebisa mungkin sebuah keputusan harus diambil untuk kebaikan dan keadilan semuanya.

Dalam Hal Pembentukan Kelompok

Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.

Teori Managerial Grid

Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teorimanagerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :

Improvised yang berarti pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.

Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.

Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.

Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.

Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.


Pertemuan 3/4 Bekerja Sama Dalam Team (kelompok) : 4. Implikasi Manajerial

Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.

Pertemuan 3/4 Bekerja Sama Dalam Team (kelompok) : 3. Kekuatan Team Work


Sebuah usaha atau tujuan akan terasa ringan bila dijalankan secara bersama, hal ini berlaku terutama jika tujuan yang ingin dicapai sangat besar dan memiliki resiko tinggi. Untuk dibutuhkan kerjasama tim atau team work dalam pencapaian suatu tujuan.

Seperti halnya pembentukan kelompok untuk membuat sebuah team work hal-hal yang harus diperhatikan memang sama, karena team work salahsatu bentuk kelompok yang sering kita jumpai, baik di sekolah, kampus maupun perusahaan. Team work bersifat lebih spesifik karena biasanaya team work atau kelompok kerja ini dibentuk dalam beberapa jumlah yang memiliki tugas berbeda tetapi untuk satu tujuan. 

Misalkan dalam sebuah pabrik, dibentuk sebuah team work yang bertugas untuk mengawasi mesin pembuatan sebuah barang kemudian dibuat lagi team work yang bertugas untuk mengawasi mesin pengemasan dan seterusnya yang kesemua team tersebut bertujuan untuk memproduksi suatu barang jadi yang layak dijual.

Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa peran team work sangat besar dalam suatu pencapaian tujuan atau usaha ketimbang jika kita melakukannya secara sendiri. Team work juga terbukti menjadikan pekerjaan kita efektif dan efisien.

Pertemuan 3/4 Bekerja Sama Dalam Team (kelompok) : 2. Tahapan Pembuatan Kelompok


Untuk membuat sebuah kelompok diperlukan tahap-tahap yang dapat membuat kelompok tersebut terbentuk secara efektif, berikut adalah tahap-tahap pembentukan kelompok :

  • Penyamaan Pandangan

Sebelum membentuk sebuah kelompok diperlukan sebuah usaha untuk menyamakan pandangan agar ketika kelompok mulai berjalan tidak ditemukan adanya perpecahan dalam hal perbedaan pandangan.
  • ·           Tujuan

Sebuah kelompok memerlukan tujuan dalam pembentukannya agar kelompok tersebut tidak terbentuk dengan sia-sia. Penetapan tujuan ini juga akan diikuti dengan terbentuknya struktur dalam kelompok dan secara otomatis motivasi dari para anggota akan muncul karena harus mencapai tujuan kelompok.
  • ·          Pengorganisasian

Dalam tahap ini anggota yang termasuk dalam anggota struktural akan membagi tanggung jawab kepada anggota-anggota lain sehingga kelompok dapat terorganisir secara efektif dan efisien.
  • ·          Kebebasan

Kebebasan dalam hal ini menyangkut kebebasan antar anggota kelompok untuk menyampaikan pendapatnya, mendengar dan didengarkan apalagi jika apa yang ingin disampaikan terkait dengan kepentingan kemajuan kelompok. Akan tetapi bebas dalam hal mengeluarkan pendapat harus disertai dengan kesadaran untuk menghargai sesama anggota kelompok dan harus sesuai aturan yang berlaku.
  • ·                Interaksi

Pada tahap ini setiap anggota kelompok diharap dapat berinteraksi atau berkomunikasi satu sama lain dengan tujuan yang baik agar antar anggota dapat terpenuhi kebutuhan informasinya serta terjadi kegiatan berkelompok yang kondusif.

Pertemuan 3/4 Bekerja Sama Dalam Team (kelompok) : 1. Pengertian dan Karakteristik Kelompok


Kelompok, sebuah kata yang memiliki arti sekumpulan orang yang memiliki kepentingan tertentu dan tujuan yang ingin dicapai bersama. Sebuah kelompok ada yang memiliki peraturan tertentu ada pula yang sifatnya hanya perkumpulan biasa, semua tergantung dari anggota yang berada di dalamnya. Salahsatu contoh kelompok adalah himpunan mahasiswa, dimana para anggotanya saling berbagi ilmu pengetahuan, wawasan umum, mengembangkan dirinya dengan bertukar pengalaman atau membuat acara-acara tertentu dan lain-lain.

Berikut adalah karakterisitik sebuah kelompok :
  • Anggota dalam suatu kelompok harus bisa saling mengenal agar tujuan yang ingin dicapai kelompok tersebut bisa tercapai.
  • Masing-masing anggota harus berinteraksi baik secara verbal maupun non-verbal.
  • Sebuah kelompok juga hendaknya memiliki struktur hubungan yang jelas dan stabil agar kelompok tersebut berguna sebagaimana mestinya.
  • Untuk menyamakan visi dan misi dalam sebuah kelompok baiknya dilakukan sebuah musyawarah atau rapat yang dilakukan oleh kelompok tersebut secara rutin.

Selasa, 08 Januari 2013

ORGANISASI : SIFAT ORGANISASI INFORMAL ( Halaman 9 )

Karakteristik Organisasi Informal
            Kelompok kerja informal, dalam usahanya yang terus menerus untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan para anggotanya, memiliki sekumpulan karakteristik yang khusus. Pengetahuan tentang bagaimana para anggota suatu organisasi dipengaruhi oleh karakteristik – karakteristik tersebut, akan memudahkan kita dalam mempelajari perilaku kelompok. Berikut ini adalah uraian tentang beberapa karakteristik khusus kelompok atau organisasi informal :
  1. Standar perilaku. Seperti halnya masyarakat umum yang mengembangkan hukum, pantangan dan kepercayaan tentang petunjuk yang salah dan benar, organisasi informal juga melakukannya. Orang – orang dalam kelompok cenderung mempunyai pola berpikir dan bertindak yang serupa, dan terus mengarah pada penyebaran nilai – nilai dan norma – norma tertentu. Suatu norma adalah standar perilaku yang ditetapkan oleh kelompok. Standar perilaku tersebut biasanya tidak tertulis, tetapi sering diungkapkan secara lisan. Bila seorang anggota melanggarnya, kelompok akan menghukum dia dalam bentuk tekanan social, pengasingan atau barangkali dengan hukuman phisik. Sebagai contoh, kelompok pekerja yang mempunyai kebiasaan menggunakan waktu satu setengah jam untuk makan siang, akan menekan anggotanya yang mencoba untuk mengikuti peraturan organisasi yang hanya member waktu satu jam. Beberapa standar perilaku kelompok dirancang untuk melindungi para anggotanya untuk menghadapi bahaya nyata atau yang masih dibayangkan dari luar kelompok, terutama dari manajemen atasan mereka. Tetapi norma kelompok informal tidak selalu negatif. Ada norma yang positif seperti tentang produktivitas yang tinggi, hubungan kerja yang baik, dan kualitas. Dalam masalah ini tugas – tugas manajemen menjadi lebih mudah. Kelompok informal, yang di satu sisinya disebut “pembuat kesukaran”, di sisi lain membantu manajemen dalam menanamkan disiplin.
  2. Tekanan untuk menyesuaikan diri. Telah dibahas di atas bahwa kelompok informal memberikan tekanan pada anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan norma – norma kelompok. Tetapi menagapa mereka bersedia menyesuaikan diri ? seperti telah disbeutkan keinginan manusia untuk memiliki, dan diterima adalah sangat besar. Oleh sebab itu orang cenderung untuk mengidentifikasikan dirinya dengan kelompoknya. Dan selama hal membantu mereka untuk memenuhi kebutuhannya, mereka akan tetap menerima dan mengikuti norma – norma kelompok. Bahkan bila seseorang tidak setuju dengan suatu standar perilaku, dia cenderung mengikuti standar saja standar itu, karena dia tetap ingin diakui oleh anggota lainnya. Organisasi informal mempunyai alat – alat yang efektif untuk menghukum anggotanya tidak mengikuti norma – norma kelompok, yaitu “pengasingan”. Contoh seorang pekerja yang berproduksi melebihi standar yang telah ditetapkan, mungkin akan diasingkan, teman sekerjanya akan berhenti berbicara dengannya, kesempatan sosialnya dibatasi atau mereka akan menghentikan bantuan, bila dia menemui masalah. Tetapi bagaimanapun juga, tidak dapat diasumsikan bahwa setiap orang selalu akan menyesuaikan diri atau mentaati norma – norma kelompok informal. Hal ini sangat tergantung besar kecilnya daya tarik kelompok terhadap anggotanya. Apabila kerugian akibat norma – norma kelompok lebih besar daripada manfaat kenaggotaan kelompok, orang akan memilih untuk tidak mentaati norma – norma kelompok tersebut. Bila orang – orang mempunyai alternative sumber kepuasan yang lain, maka kemampuan kelompok untuk memaksakan norma – normanya menjadi lemah.

ORGANISASI : SIFAT DASAR ORGANISASI ( Halaman 8 )

  1. Rasa memiliki dan pengenalan diri. Afiliasi dengan organisasi informal adalah lebih daripada persahabatan, yaitu karena adanya rasa saling memiliki.
  2. Pengetahuan tentang prilaku yang di terima. Maanfaat yang tersedia dalam organisasi informal adalah membantu dalam menentukan prilaku yang di terima dan tidak di terima dalam suatu organisasi.
  3. Perhatian (Simpati). Sebagai perseorangan yang mendapatkan dan frustasi setiap hari di dalam pekerjaannya mereka mencari pengertian dan perhatian  dari orang lain.
  4. Bantuan dalam pencapaian tujuan. Seseorang sering dapat mencapai tujuannya melalui keanggotaannya dalam suatu kelompok, dimana hal ini tidak dapat di capai dengan mudah bila orang tersebut melakukannya sendiri.
  5. Kesempatan berpengaruh dan berkreasi. Menurut Chris Argyris dalam bukunya Personality and Organization dasar kekatan manajemen formal adalah dengan embuat para karyawan tergantung pada manajemen untuk penentuan balas jasa, posisinya, dan sebagainya.
  6. Pelestarian nilai – nilai budaya. Kegunaan lain dengan adanya organisasi informal adalah pelestarian nilai – nilai budaya kelompok. Suatu kelompok yang terjadi cenderung mengembangkan nilai – nilai budaya yang di inginkan para anggota kelompoknya.
  7. Komunikasi dan Informasi. Suatu kelompok kerja merupakan alat yang baik untuk mnyebarkan informasi pada anggota – anggotanya. Para anggota pada seluruh tingkatan organisasi (perusahaan) berkeinginan untuk mengetahui apa yang terjadi pada perusahaan dan bagaimana pengaruh kejadian – kejadian tersebut terhadap pribadi mereka.