Minggu, 16 Juni 2013

Pertemuan 11/12 Perubahan dan Pengembangan Organisasi : 1. Pengertian Perubahan dan Pengembangan Organisasi


Perubahan memiliki arti umum yaitu penggantian suatu hal yang berbeda dari hal sebelumnya. Perubahan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, termasuk organisasi. Sebuah perubahan dapat memberi dampak positif atau negatif bagi pelakunya. Oleh karena itu, sebelum berubah hendaknya kita mengetahui hal-hal yang menjadi latar belakang dari perubahan tersebut.

Dalam sebuah organisasi perubahan penting dilakukan sebagai tindak lanjut pengembangan organisasi. Perkembangan sendiri merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman yang terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (E.B Harlock) . Dengan kata lain pengembangan organisasi adalah bagian dari perubahan yang bersifat positif.

Pertemuan 9/10 Desain dan Struktur Organisasi : 4. Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi


Perusahaan merupakan salahsatu contoh organisasi yang kompleks, oleh karena itu dalam berproses perusahaan harus memiliki bentuk keorganisasian tertentu yang dapat menyederhanakan hal kompleks di dalam kestrukturan organisasi ini. Diperlukan adanya strategi, standarisasi, dan kerjasama dari berbagai divisi atau bagian-bagian pada perusahaan untuk mensikronisasi dan mendukung proses manajerial dalam perusahaan.

Pertemuan 9/10 Desain dan Struktur Organisasi : 3. Model - Model Desain Organisasi


Model Mekanistis
            Penekanan kepentingan produksi dan efisiensinya melalui hal-hal sebagai berikut :
                        Penggunaan ekstensif aturan dan prosedur.
                        Sentralisasi.
                        Spesialisasi tenaga kerja yang tinggi.

Model Organik
            Penekanan kepentingan produksi dan efisensinya melalui hal-hal sebagai berikut :
                        Penggunaan terbatas aturan dan prosedur.
                        Desentralisasi
                        Spesialisasi tenaga kerja relatif rendah

Pertemuan 9/10 Desain dan Struktur Organisasi : 2. Departementalisasi


Departementalisasi merupakan sebuah proses pengelompokkan sebuah organisasi / perusahaan ke dalam bagian-bagian tertentu sesuai dengan fungsi atau kepentingan yang dibutuhkan organisasi. Departementalisasi dibagi dalam 3 bagian :

1. Departementalisasi Fungsional
Pengelompokkan yang didasari kesamaan fungsi yang ada pada masing-masing organisasi. Departemen fungsional memiliki kebaikan tersendiri misalnya bahwa dengan adanya departemen ini dapat tercipta efisiensi melalui spesialisasi, kemudian memungkinkan pegawai lebih total dalam melihat fungsi-fungsi dalam departemen tersebut untuk mencapai puncak dan lain-lain. Akan tetapi departemen inipun memiliki kekurangan, misalnya jika terjadi ketersendatan dalam pelaksanaan tugas yang berurutan karena pasti akan mempengaruhi pelaksanaan tugas lainnya.

2. Departementalisasi Divisonal
Departementalisasi ini meliputi pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , yaitu pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

3. Organisasi Proyek dan Matriks
Bentuk organisasi proyek dan matriks adalah tipe departementalisasi campuran (hybrid design). Kedua struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe departementalisasi lainnya. Struktur proyek dalam matriks bermaksud untuk mengkombinasikan kebaikan-kebaikan kedua tipe design fungsional dan divisional dengan menghindari kekurangan-kekurangan.

Pertemuan 9/10 Desain dan Struktur Organisasi : 1. Dimensi Struktur Organisasi


Sebuah organisasi yang terstruktur dapat dilihat kestrukturannya melalui dimensi-dimensi seperti berikut :

1. Kompleksitas
Kompleksitas merupakan sebuah hal terkait dengan perbedaan dalam organisasi, perbedaan atau diferensiasi tersebut dibagi lagi ke dalam beberapa bentuk: 
> Diferensiasi Horizontal
Pembeda dalam diferensiasi horizontal adalah mengenai orientasi anggota organisasi, sifat dari tugas yang mereka lakukan dan tingkat pendidikan serta pelatihannya.
> Diferensiasi Vertikal
Terkait dengan hubungan struktural antara pemimpin teratas hingga karyawan yang paling bawah. Semakin banyak urutan struktur di bawah pimpinan teratas maka semakin kompleks pula pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan pemimpin sebelum mengambil keputusan.
> Diferensiasi Spasial
Merupakan ragam jenis dalam kompleksitas organisasi yang terkait dengan perluasan sebuah organisasi, yaitu dari tempat yang dijadikan lokasi operasional organisasi dengan pusat kekuasaannya. Faktor yang mempengaruhi diferensiasi ini adalah penyebaran jumlah kantor, pabrik dan personalia serta jarak dari penyebaran organisasi secara geografis.

2. Formalisasi
Standar yang ditetapkan mengenai pekerjaan atau penugasan dalam organisasi. Standar ini diperlukan agar para anggota / pegawai dalam organisasi memiliki program yang jelas dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tidak ada kesimpansiuran antara hak dan kewajiban yang dimiliki anggota. Pemimpin harus membuat standarisasi yang besar dan jelas agar para anggotanya dapat bertugas sebagaimana mestinya.

3. Sentralisasi
Merupakan proses pemusatan sebuah kekuasaan atau keputusan hanya pada satu orang atau satu unit (biasanya unit paling atas dalam struktur organisasi) tanpa menimbulkan masalah terhadap unit bawah (karyawan / anggota ). Pemusatan seperti ini membutuhkan konsentrasi tinggi dalam perwujudannya, semakin tinggi tingkat konsentrasi pada hal ini maka akan semakin tinggi spesialisasinya, sebaliknya jika konsentrasi rendah maka akan tercipta sebuah desentralisasi atau penyebaran kekuasaan.

Pertemuan 7/8 Kepemimpinan : 4. Implikasi Manajerial Kepemimpinan Dalam Organisasi


Dalam sebuah proses manajerial peran pemimpin sangat penting untuk mengatur tata pengoperasionalan organisasi. Pemimpin yang baik akan mengatur segala sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien, pemimpin yang baik juga akan disukai oleh bawahannya sehingga jika pemimpin membutuhkan kerjasama dari bawahannya mereka tidak akan segan untuk melakukan tugasnya masing-masing secara baik dan benar.
Kepemimpinan seseorang secara otomatis akan menggambarkan sebagian besar sifat pribadi orang tersebut, baiknya jadilah pemimpin yang disegani karena ilmu yang dia miliki dan bukan karena orang takut akan kekuatan yang dimiliki pemimpin tersebut.

Pertemuan 7/8 Kepemimpinan : 3. Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan


Kepemimpinan seseorang dilandasi oleh faktor-faktor seperti berikut :

 Faktor Individu
Dalam faktor ini seorang pemimpin harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup, ketrampilan, sifat pribadi pemimpin itu sendiri serta nilai-nilai yang diyakininya. Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang cukup banyak mengenai banyak hal disekitarnya bukan hanya sekedar tentang bidang yang sedang dipimpinnya, karena tanggung jawab seorang pemimpinpun meliputi banyak aspek. Pemimpin yang memiliki ketrampilan sudah pasti akan cekatan dalam mengambil sebuah keputusan yang terkait dengan apa yang sedang dipimpinnya. Sifat pribadi dan nilai-nilai yang diyakini oleh seorang pemimpin akan mencerminkan kebijaksanaan pemimpin tersebut dalam hubungannya dengan bawahan atau orang-orang disekitarnya.

 Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah terkait dengan karakter pemimpin tersebut yang juga bisa dijadikan ciri oleh orang lain. Seorang pemimpin yang kompeten dapat dilihat dari pengetahuannya tentang banyak hal. Faktor ini tidak jauh berbeda dengan faktor individu.

Faktor Eksternal
Aspek yang terdapat di dalam faktor ini adalah bawahan dan situasi. Sifat kepemimpinan seseorang dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikan bawahannya, status sosial, ideologi yang dianut, agama, pekerjaan dan lain-lain. Situasi yang mempengaruhi sifat kepemimpinan seseorang meliputi waktu, tempat, sifat organisasi yang ia pimpin dan lain-lain.