Minggu, 16 Juni 2013

Pertemuan 7/8 Kepemimpinan : 2. Tipologi Kepemimpinan


Tipologi kepemimpinan merupakan tipe-tipe kepemimpinan lain yang ada disekitar kita, berikut adalah tipe kepemimpinan menurut (Siagian,1997)  :

Tipe Otokratis
  • Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
  • Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
  • Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.
  • Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat .
  • Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya.
  • Dalam menggerakan bawahannya sering menggunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

Tipe Demokratis
  •  Tidak berfikiran bahwa pemimpin adalah manusia mulia yang harus dihormati dan sebagainya.
  • Menyingkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahannya.
  • Senang menerima saran dan kritik.
  • Mengedepankan kerjasama atau teamwork.
  • Memberikan kebebasan bawahannya untuk melakukan kesalahan dan kesempatan untuk bawahannya memperbaiki kesalahannya tersebut dengan kebijakan tertentu.
  • Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses.
  • Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Tipe Militeris
  • Menggunakan perintah dalam menggerakan bawahannya.
  • Senang menggunakan jabatan dan pangkat dalam memberikan perintah.
  • Menuntut displin yang tinggi dan melebih-lebihkan formalitas.
  • Sukar menerima kritikan.
  • Menggemari upacara untuk berbagai keadaan.Tipe Paternalistis
  • Menganggap bawahannya tidak dewasa.
  • Bersikap terlalu melindungi.
  • Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif dan mengembangkan kreasinya.
  • Sering bersikap sok tahu yang berlebihan.
 Tipe Karismati
Tipe kepemimpinan ini tidak dapat dijelaskan secara nyata karena pemimpin yang disukai karena karismanya cenderung tidak memiliki patokan khusus dalam mencirikan apa yang disukai dari sifat kepemimpinan dengan tipe ini. Karisma seorang pemimpin  biasanya tercipta secara alami dari sikap pribadi pemimpin tersebut.

Dari kesemua tipe kepemimpinan di atas hendaknya setiap pemimpin berusaha untuk menjadi pemimpin dengan tipe demokratis, karena tipe kepemimpinan seperti inilah yang cocok untuk masa modern seperti saat ini.

Pertemuan 7/8 Kepemimpinan : 1. Teori dan Arti Penting Kepemimpinan


Pimpinan atau pemimpin adalah seseorang yang dapat mengatur, menjaga dan mengarahkan serta bertanggung jawab terhadap kepentingan orang banyak. Karena tugas seorang pemimpin yang sangat besar untuk memilih seorang pemimpin kita harus memperhatikan segala aspek yang ada. Sifat pemimpin yang dimiliki oleh seseorang biasa disebut sifat kepemimpinan. Seorang pemimpinpun memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, gaya kepemimpinan meliputi tingkah laku dan kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin. Oleh karena itu gaya kepemimpinan seseorang didasarkan pada sifat pemimpin itu sendiri, bawahannya dan proses yang mengikuti terwujudnya proses kepemimpinan tersebut (Hersey dan Blanchard (1992)). Teori yang menjelaskan mengenai gaya kepemimpinan seseorang dibagi dalam 3 hal, sebagai berikut :

Teori Genetis (Keturunan)
Teori ini mengedepankan pandangan bahwa seorang pemimpin memiliki jiwa kepemimpinanya sejak lahir. Penganut teori ini percaya bahwa sifat kepemimpinan seseorang tercipta dari bakat alaminya bukan dibuat-buat oleh sesuatu.

Teori Sosial
Teori ini merupakan lawan dari teori genetis dimana paham dari teori ini adalah jiwa kepemimpinan seseorang dapat diciptakan dengan sengaja jika diberi bekal ilmu pengetahuan mengenai kepemimpinan dan memiliki pengalaman yang cukup dalam memimpin.

Teori Ekologis
Merupakan teori yang didalamnya terdapat gabungan aspek dari teori genetis dan teori sosial. Dalam teori ini seseorang dapat memiliki jiwa kepemimpinan jika ia memiliki bakat untuk memimpin serta didukung dengan penambahan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam memimpin sesuatu.

Pertemuan 1/2 Mengembangkan Kemampuan Mahasiswa Dalam Komunikasi : 1. Pengertian dan Arti Penting Komunikasi


Manusia sebagai mahluk sosial pasti membutuhkan interaksi satu sama lain, bentuk interaksi itu termasuk komunikasi. Komunikasi adalah penyampaian sebuah maksud atau tujuan dari komunikator (penyampai berita) kepada komunikan (penerima berita) agar dapat memotivasi atau menginformasikan sesuatu.

Manusia dalam kegiatan berkomunikasi seringkali menghadapi hambatan-hambatan yang bisa terjadi dari dalam ataupun luar dirinya. Akan tetapi untuk menyelesaikan sebuah masalah komunikasi memang dibutuhkan agar masalah tersebut dapat dibahas secara bersama-sama dan dicari jalan keluarnya. Untuk menghindari kesalahpahaman dari sebuah maksud dalam komunikasi dibutuhkan keterampilan seseorang dalam berkomunikasi apalagi jika komunikasi tersebut menyangkut orang banyak.

Komunikasi memang bukan hal yang sulit dalam penerapannya semua tergantung bagaimana individu menangkap maksud dan memberikan timbal balik atau respon terhadap komunikasi terhadap, hal yang membuat komunikasi terkadang tidak simple adalah ketika individu yang menjadi komunikator tidak bisa menjelaskan secara lugas apa yang menjadi tujuan dari komunikasinya terlebih jika komunikan yang menerima penyampaian informasi salah dalam memahami maksud dan tujuan tersebut. Oleh karena itu kehati-hatian dalam berkomunikasi juga penting untuk diperhatikan.

Komunikasi memang dilakukan manusia dimanapun mereka berada karena hanya dengan berkomunikasi kita bisa mengetahui tentang cara pandang orang lain terhadap sesuatu, karena hanya dengan berkomunikasi kita bisa mengetahui apa yang orang lain rasakan dan ingini. Oleh karena itu budayakanlah berkomunikasi dengan cara yang baik dan benar agar kita dapat menyampaikan maksud atau tujuan kita yang mungkin bisa membantu orang lain.

Pertemuan 5/6 Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi : 4. Implikasi Manajerial


Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial, seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi sebuah permasalahan yang harus diberikan jalan keluar. Ketrampilan seorang pemimpin dalam hal ini harus selalu diasah karena permasalahan yang muncul akan semakin kompleks dan semakin membutuhkan pertimbangan yang matang. Dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting, tetapi resiko dari keputusan yang telah diambilpun harus bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu penting untuk seorang pemimpin memperhatikan detail dari semua aspek yang ada, sebisa mungkin sebuah keputusan harus diambil untuk kebaikan dan keadilan semuanya. 

Pertemuan 5/6 Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi : 3. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan


Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan menurut Terry (1989) :
  1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
  2. Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
  3. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain.
  4. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan.
  5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental, dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik.
  6. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama.
  7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik.
  8. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul.
  9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.

Pertemuan 5/6 Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi : 2. Jenis - Jenis Keputusan Organisasi


Keputusan yang dibuat oleh organisasi digolongkan dalam beberapa bentuk dan melibatkan bagian tertentu dari organisasi yang terkena pengaruh langsung dari keputusan yang telah dibuat. Keputusan dalam organisasi terbagi menjadi 2 bentuk yaitu :

1. Keputusan organisasi secara metode

  • Metode tradisional
Pengambilan keputusan dengan metode ini dilakukan secara intuisi dan kebiasaan.

  • Metode modern
Pengambilan keputusan berdasarkan perhitungan matematis dan menggunakan instrumen modern seperti komputer dan perhitungan statistic

2. Keputusan organisasi berdasarkan banyaknya waktu

  • Pengambilan keputusan secara rutin
Keputusan rutin adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya.

  • Pengambilan keputusan secara tidak rutin
Keputusan tidak rutin adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

Pertemuan 5/6 Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi : 1. Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan


Keputusan adalah penentuan sikap atau kesimpulan yang diambil oleh sesorang berdasarkan pilihan yang ada. Sebuah keputusan bisa menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk ditentukan terutama jika diantara beberapa pilihan atau alternatif. Oleh karena itu perlu sekali pertimbangan yang matang sebelum seseorang mengambil keputusan, terlebih jika keputusan tersebut menyangkut kepentingan orang banyak. Pengambilan sebuah keputusan dapat dilandasi oleh beberapa hal yang terkait dengan permasalahannya masing-masing.

Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi

Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. pengambilan keputusan  berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
Keuntungan :
  • waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek
  • untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan keputusan ini akan memberikan kepuasan pada umumnya
  • kemampuan mengambil keputusan dari pengambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan baik.

Kelemahan:
  • Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik.
  • Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya.
  • Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.

2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan :
  • Kebanyakan penerimaannya adalah bawahan, terlepas apakah penerimaan tersebut secara sukarela ataukah secara terpaksa
  • Keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama
  • Memiliki daya autentisitas yang tinggi

Kelemahan:
  • Dapat menimbulkan sifat rutinitas
  • Mengasosiasikan dengan praktik diktatorial
  • Sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan

5. Logika
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
  • kejelasan masalah
  • orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
  • pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
  • preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria
  • hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.