Minggu, 16 Juni 2013

Pertemuan 13/14 Budaya, Kreativitas, dan Inovasi : 1. Pengertian dan Fungsi Budaya Organisasi


Budaya organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari nilai-nilai karakteristik yang dipersepsikan oleh anggotanya. Oleh karena itu, budaya organisasi bukan hal yang mengenai kesukaan atau ketidaksukaan dari seorang anggota. Budaya organisasi dapat menjadi pembeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Fungsi budaya organisasi adalah :
  • Terciptanya kemampuan seseorang dalam hal mengembangkan persepsi, cara berfikir dan berperasaan sehubungan dengan sebuah masalah yang sedang dihadapi.
  • Untuk menilai sejauh mana para anggota bisa berinovasi dan berani mengambil resiko.
  • Orientasi terhadap hasil, individu, dan tim dalam organisasi.
  • Sebagai tolak ukur pengetahuan tingkat kreativitas dan sikap kompetitif para anggota organisasi.
  • Menjaga stabilitas organisasi.

Pertemuan 11/12 Perubahan dan Pengembangan Organisasi : 4. Implikasi Manajerial

Dalam konteks manajerial sebuah perusahaan memang memerlukan sebuah perubahan, terutama perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan itu juga bisa menjadi tolak ukur kemajuan suatu perusahaan. Salahsatu bentuk perubahan yang dapat memajukan sebuah perusahaan adalah pembaruan proses bisnis secara terencana. Hal lain yang menjadi fokus dalam perubahan suatu perusahaan adalah bagaimana perusahaan bisa melakukan evaluasi terhadap hasil dari perubahan yang mereka lakukan. Perubahan sebuah perusahaan tak lepas dari peranan pemimpin yang bertugas sebagai pengambil keputusan. 

Pertemuan 11/12 Perubahan dan Pengembangan Organisasi : 3. Perencanaan Strategi Pengembangan Organisasi

Sebelum melakukan perubahan untuk organisasi terutama dalam hal pengembangannya, para pimpinan dan pengurus organisasi sebaiknya menentukan strategi atau siasat yang akan digunakan agar tujuan dari pengembangan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Strategi yang baik akan melibatkan seluruh sumber daya yang ada untuk bersama-sama mengembangkan organisasi. Strategi juga harus mendukung inovasi yang dapat memajukan organisasi. Untuk menyusun strategi dapat digunakan berbagai analisis bisnis yang ada, misalnya menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oppurtunities, Threats). Jika menggunakan analisis bisnis ini sebuah organisasi harus dapat melihat kekuatan yang mereka punya, kelemahan mereka sendiri, siapa saja lawan mereka dalam berorganisasi dan melihat kesempatan-kesempatan yang ada untuk kemudian digunakan untuk mencapai tujuan organisasi.

Pertemuan 11/12 Perubahan dan Pengembangan Organisasi : 2. Langkah - Langkah Perubahan Organisasi


Sebelum melakukan perubahan pada organisasi perlu diperhatikan faktor-faktor yang menyangkut internal dan eksternal dari organisasi tersebut, misalnya kondisi ketenagakerjaan, teknologi, kecendrungan sosial, ekonomi, kondisi politik, dan tingkat kompetisi yang terjadi pada organisasi. Dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan perubahan pada organisasi adalah :

Identifikasi
Sebelum melakukan perubahan hendaknya pengurus sebuah organisasi mengidentifikasi bagian-bagian mana dari organisasi yang memang harus dirubah, bagian mana yang harus tetap dipertahankan dan mana yang harus ditingkatkan lagi. Hal ini diperlukan agar organisasi dapat berubah menjadi lebih baik dan berkembang baik secara internal maupun eksternal.

Perencanaan
Rencana perubahan sebuah organisasi harus dipertimbangkan benar-benar agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

Implementasi
Jika telah membuat perencanaan yang matang mengenai perubahan yang akan dilakukan langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan rencana tersebut ke kehidupan nyata keorganisasian diikuti dengan pengawasan ketika proses perubahan sedang berlangsung agar semua tetap terkendali.

Evaluasi
Evaluasi setelah melakukan perubahan perlu dilakukan agar kita dapat menilai sejauh mana manfaat dari perubahan yang telah kita buat. Jika hasil evaluasi dalam jangka waktu pendek dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi perusahaan maka perubahan tersebut dapat berlaku dalam jangka waktu yang lama.

Sebuah perubahan tidak semuanya dapat diterima terlebih jika kita mengubah sesuatu dan menyangkut kepentingan orang banyak seperti itu jugalah perubahan dalam organisasi. Penolakan atas perubahan dalam organisasi ada yang diwujudkan secara nyata misalnya melalui demonstrasi dan ada pula yang tidak nyata misalnya dengan berkurangnya loyalitas seorang anggota.

Pertemuan 11/12 Perubahan dan Pengembangan Organisasi : 1. Pengertian Perubahan dan Pengembangan Organisasi


Perubahan memiliki arti umum yaitu penggantian suatu hal yang berbeda dari hal sebelumnya. Perubahan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, termasuk organisasi. Sebuah perubahan dapat memberi dampak positif atau negatif bagi pelakunya. Oleh karena itu, sebelum berubah hendaknya kita mengetahui hal-hal yang menjadi latar belakang dari perubahan tersebut.

Dalam sebuah organisasi perubahan penting dilakukan sebagai tindak lanjut pengembangan organisasi. Perkembangan sendiri merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman yang terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif (E.B Harlock) . Dengan kata lain pengembangan organisasi adalah bagian dari perubahan yang bersifat positif.

Pertemuan 9/10 Desain dan Struktur Organisasi : 4. Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi


Perusahaan merupakan salahsatu contoh organisasi yang kompleks, oleh karena itu dalam berproses perusahaan harus memiliki bentuk keorganisasian tertentu yang dapat menyederhanakan hal kompleks di dalam kestrukturan organisasi ini. Diperlukan adanya strategi, standarisasi, dan kerjasama dari berbagai divisi atau bagian-bagian pada perusahaan untuk mensikronisasi dan mendukung proses manajerial dalam perusahaan.

Pertemuan 9/10 Desain dan Struktur Organisasi : 3. Model - Model Desain Organisasi


Model Mekanistis
            Penekanan kepentingan produksi dan efisiensinya melalui hal-hal sebagai berikut :
                        Penggunaan ekstensif aturan dan prosedur.
                        Sentralisasi.
                        Spesialisasi tenaga kerja yang tinggi.

Model Organik
            Penekanan kepentingan produksi dan efisensinya melalui hal-hal sebagai berikut :
                        Penggunaan terbatas aturan dan prosedur.
                        Desentralisasi
                        Spesialisasi tenaga kerja relatif rendah