Sabtu, 16 Juni 2012

CITRA INDIVIDU DAN KELUARGA MENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT


MAKALAH  ILMU BUDAYA DASAR

CITRA INDIVIDU DAN KELUARGA MENCIPTAKAN TATA NILAI DALAM MASYARAKAT



OLEH

NAMA           : JOECHRY FARIZ GHAZZAN
NPM              : 13111837
KELAS            : 1 KA 33




UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN S1 – SISTEM INFORMASI
 
Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah
citra individu dan keluarga
Menciptakan  tata NILAI dalam masyarakat
Kelas  :  1-KA33
Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Juni 2012
Tanggal Upload Makalah  :  16 Juni 2012

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun

N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
13111837
Joechry Fariz Ghazzan


Program Sarjana Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam , Saya ucapkan pada Allah Yang Maha Pengasih lagi Pemurah, karena makalah ini dapat disusun sesuai harapan dan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW karena melalui beliau , Kita semua tersinari cahaya keimanan yang penuh dengaan nikmat.
Rasa terima kasih saya ucapkan kepada :
1.      Kedua Orang tua yang selalu mendo’akan anaknya ini tanpa putus sehingga selalu diberi kemudahan oleh Allah.
2.      Dosen IBD Bapak Muhammad Burhan Amien yang selalu memberikan ilmunya dan memberikan bimbingan kepada kami semua.
3.      Teman-teman kelas 1 KA 33 yang bersedia memberikan saran dan bantuan.
4.      Dan semua pihak yang bersedia memberikan bantuan dan motivasi dalam mengerjakan Makalah ini.
Makalah ini membahas tentang “Citra Individu dan Keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat“. Makalah ini berhubungan dengan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar . Penyusun menyadari betul dalam menulis makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu Saran dan kritik yang membangun sangat Saya harapkan.
Penyusun berharap, semoga makalah ini bermanfaat bagi penyumbang ilmu pengetahuan dan mampu memberikan penjelasan tentang peran kebudayaan dalam membentuk kepribadian. Tentunya, semoga makalah ini bermanfaat dalam mempelajari ilmu budaya dasar dan mendapat nilai sesuai harapan.
Demikian makalah ini Saya buat, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Amin.

Bekasi , 16 Maret 2012



Penyusun        


DAFTAR ISI


Halaman pengesahan………………………………………………………………………………i
Kata pengantar…………………………………………………………………………………….ii
Daftar isi………………………………………………………………………………………….iii
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………………1
  1. Latar belakang……………………………………………………………………………..1
  2. Tujuan……………………………………………………………………………………..2
  3. Sasaran…………………………………………………………………………………….3
BAB II . PERMASALAHAN……………………………………………………………………..4
  1. KEKUATAN……………………………………………………………………………...4
  2. KELEMAHAN…………………………………………………………………...……….5
  3. PELUANG……………………………………………………………………...…………6
  4. HAMBATAN…………………………………………………………………...………...6
BAB III . KESIMPULAN DAN SARAN………...………………………………………………8

1.      KESIMPULAN……………………………………………………………………………8
2.      SARAN……………………………………………………………………………………8

REFERENSI………………………………………………………………………………………9

BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Dalam hal ini individu bisa dikatakan sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia. Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
2.      Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah saya kemukakan, saya membuat penulisan mengenai “Peran Budaya Dalam Memperkokoh Budaya Bangsa” karena saya ingin member ilmu serta pengetahuan yang lebih untuk para pembaca mengenai upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan guna memperkokoh ketahan budaya. Selain itu saya berharap para pembaca terutama untuk kawan-kawan saya dapat mengenal lebih jauh mengenai keragaman budaya yang kita miliki.
3.      Sasaran
Makalah ini ditujukan untuk semua pembaca, baik blogger maupun masyarakat luas mengenai kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan budaya. Ada beberapa point sasaran yang perlu diperhatikan yaitu :
1)      Mampu memahami dasar kebudayaan sehingga ikut berperan dalam melestarikan budaya.
2)      Masyarakat yang berjiwa Pancasila mempunyai integritas budaya yang tinggi,
3)      Bersikap terbuka dan tanggap dengan lingkungan sekitar,
4)      Kontribusi dalam bermasyarakat.


BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Citra Individu dan Keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

1.      Kekuatan (Strenght)

a.       Rasa Nasionalisme
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”, debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
b.      Pelestarian Keanekaragaman
Nilai yang dimiliki oleh setiap masyarakat memiliki kekayaan yang begitu besar nilainya, akan tetapi seiring perkembangan zaman upaya pelestarianpun mulai luntur yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun faktor internal masyarakat itu sendiri, Coba berikan argumentasi saudara disertai dengan bukti yang kongkrit upaya apa saja yang bisa dilakukan oleh kaum generasi muda saat ini terutama dalam melestarikan dan menjaga eksistensi agar tidak luntur.
c.       Tanggung Jawab Pada Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
d.      Tanggung Jawab Pada masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggungjawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
2.      Kelemahan (Weakness)

a.       Ketidakpedulian Masyarakat
Kurangnya perhatian masyarakat terhadap upaya pelestarian kebudayaan Bangsa Indonesia yang kita miliki. Klaim-klaim tersebut mencerminkan lemahnya proteksi terhadap kebudayaan yang kita miliki. Mayoritas dari masyarakat kita menganggap sepi upaya pelestarian kebudayaan. Kita terlalu menganggap sepele terhadap permasalahan krisis eksistensi kebudayaan bangsa yang terjadi saat ini. Masyarakat Indonesia telah terbuai dengan kenyataan bahwa saat ini kebudayaan Indonesia tetap lestari dengan sendirinya, atau dengan kata lain terdapat anggapan bahwa kebudayaan Bangsa Indonesia akan tetap lestari dengan sendirinya. Kenyataannya, budaya kita dapat bertahan berkat upaya pelestarian yang dilakukan oleh segelintir orang dari komunitas tertentu saja dan saat ini jumlah mereka semakin berkurang dan berkurang.
b.      Kurangnya Sosialisasi Kepada Masyarakat
Orientasi materialistik dalam kehidupan di masyarakat juga telah mendorong sikap ingin serba cepat dalam mendapatkan keuntungan material tanpa melalui proses, dan kerja keras. Hal ini mengakibatkan nilai-nilai moral dilanggar untuk memenuhi keinginan, tanpa memikirkan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Oleh karena itu perlu dibangun sistem yang mampu memfasilitasi berkembangnya kepribadian yang jujur dan bertanggung jawab.
c.       Masih Rendahnya Apresiasi Masyarakat Terhadap Budaya
Masyarakat Indonesia yang terdiri dari bangsa yang beragam tentunya tidak sekedar seni daerah tapi juga bahasa atau seluruh hal yang terkait dengan perwujudan suatu kebudayaan.
d.      Kurangnya Rasa Kecintaan, Apresiasi, dan Kebanggaan
Terjadinya kurang pemahaman rasa kecintaan, apresiasi, dan kebanggaan komitmen pemerintah daerah di dalam pengelolahan pelestarian budaya. Dampaknya yaitu makin menurunnya kualitas pengellaan kebudayaan. Tanpa adanya pelestarian kebudayaan maka tidak akan timbul kontribusi bermanfaat bagi perkembangan pelestarian kebudayaan.

3.      Peluang (Opportunity)

a.       Multikuturalisme
Memberikan peluang bagi kebangkitan etika dan budaya Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.
b.      Budaya Bangsa Memperkokoh Rasa Persatuan
Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya local agar dapat memperkokoh budaya bangsa dan juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antar budaya. Sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.
c.       Banyaknya Pendekatan Budaya Sebagai Rasa Wujud Cinta Tanah Air
Pendekatan budaya yang dimaksud seperti mengunjungi kantong–kantong budaya Indonesia, seperti yang dilakukan Noviendi yang mendatangi 30 provinsi dari 33 provinsi dan berkembangan interaksi yang harmonis antar kelompok masyarakat yang memperkuat semangat keindonesiaan dan berkembangnya berbagai wujud ikatan kebangsaan (keterikatan rasional dan emosional).
d.      Terciptanya Stabilitas Yang Aman dan Membuat Semakin Berkembang
Kontribusi pemerintah dalam bidang ini sangatlah besar. Dengan  peraturan yang ada pemerintah mampu mengendalikan stabilitas keamanan & stabilitas ekonomi bangsa.

4.      Hambatan (Threats)

a.       Perpecahan Di Dalam Masyarakat Itu Sendiri
Terjadinya dinamika dalam kehidupan masyarakat, karena dalam realitas sosial selalu terjadi proses sosialisasi, internalisasi dan institusionalisasi nilai-nilai budaya, sehingga konflik dan integrasi dapat dipahami sebagai dinamika yang mendorong terjadi proses transformasi sosial.
b.      Peningkatan Sumber Daya Manusia
Selain rendahnya kualitas SDM dan besarnya angka pengangguran, tantangan pembangunan kependudukan di Indonesia berkaitan dengan menurunnya daya dukung alam bagi kehidupan umat manusia.
c.       Terhambatnya Pelestarian Budaya Dalam Oleh Masyarakat
Tergantungnya masyarakat pada aspek material yang sempit di dalan ruang pelestarian kebudayaan dan kurangnya kemampuan ekonomi pada penjualan aset kebudayaan bangsa.
d.      Masuknya Era Globalisasi
Perkembangan globalisasi menyebabkan banyaknya produk-produk luar yang masuk dan berkembang pesat di Indonesia. Membuat banyak barang-barang kita yang terbuat dengan cara tradisional sulit untuk menembusnya. Ini termasuk hambatan cukup kuat karena mereka menawarkan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga kita.


BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
1.      Kesimpulan
a.       Menjaga hubungan antara elemen satu dengan elemen yang lain sehingga apa yang diharapkan akan tecapai sesuai dengan yang diharapkan.
b.      Kesadaran masyarakat dalam melestarikan kebudayaan , termasuk seluruh apresiasi yang dilakukan masyarakat dalam melestarikan budaya merupakan wujud rasa cinta terhadap tanah air.
c.       Zaman menjadi salah satu terjadinya perubahan budaya. Oleh karena itu kita harus waspada terhadap pergantian zaman agar tidak terkena dampak negatifnya.
d.      Kontribusi Pemerintah dan masyarakat secara luas adalah saling terkait dan tidak bisa berjalan sendiri–sendiri.
2.      Saran
a.       Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga serta melerstarikan budaya kita agar tidak tergeser oleh kemajuan dan juga masuknya budaya asing karena budaya local adalah identitas Indonesia di hadapan dunia internasional.
b.      Mengembangkan aspek sosial budaya masyarakat dalam rangka membangun dan mengembangkan nilai-nilai sosial baru yang berkenaan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti pengembangan wawasan, etos kerja dan semangat berkarya.
c.       Meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan jalur sekolah agar sejalan dengan pertumbuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berwawasan IPTEK dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
d.      Memanfaatkan dan memperluas peluang yang kita miliki dengan cara semakin sering mempromosikan budaya daerah Indonesia. Mahasiswa dan berbagai lapisan masyarakat harus lebih termotivasi dengan kemajuan-kemajuan yang positif di Indonesia.


REFERENSI
http://donysetiadi.com/blog/2009/12/14/individu-keluarga-dan-masyarakat/